Arsip Kategori: internet

4G LTE Mulai Beroperasi di Indonesia September 2014

Kementerian Kominfo memperkirakan layanan 4G berbasis Long Term Evolution (LTE) baru bisa digelar di Indonesia pada akhir kuartal ketiga 2014 untuk TDD-LTE. Sementara untuk FDD-LTE pada pertengahan 2015.

“TDD LTE sekitar September-November 2014 dan FDD LTE sekitar Juni-Juli 2015,” demikian disampaikan Menkominfo Tifatul Sembiring dalam jumpa pers akhir tahun di Kantor Kementerian Kominfo, Jumat (27/12/2013).

Menurutnya, roll out LTE ini akan sangat tergantung dari proses penataan ulang spektrum GSM di 1.800 MHz dan CDMA di 850 MHz untuk versi FDD. Selain itu, migrasi PCS-1900 MHz yang saat ini ditempati Smart Telecom dan penataan di 2.300 MHz juga berpengaruh untuk alokasi LTE versi TDD.

Dijelaskan olehnya, 1800 MHz sedang dikaji secara khusus agar bisa secara bertahap digunakan untuk LTE. “Oleh karenanya, penataan di pita 1800 MHz akan menjadi prioritas sebelum bergulirnya LTE di pita ini,” kata Tifatul.

Sementara di 850 MHz, Kominfo melihat perkembangannya kurang sehat pada industri CDMA mengingat sempitnya lebar pita yang dimiliki oleh keempat operator yang bercokol di pita itu.

Menurut Tifatul, dengan bersatunya teknologi 4G dengan standar 3GPP (LTE) menjadi salah satu alasan untuk mencari solusi di spektrum 850 MHz. Menkominfo juga telah menginstruksikan kepada Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) untuk mendalami dan mencari solusinya.

“Beberapa masukan yang kami dapat dari BRTI antara lain mengganti teknologinya menjadi teknologi netral. Nanti bisa untuk LTE, kerjasama operasi, bahkan akuisisi dan merger. Ini yang menjadi bahan pertimbangan,” kata Tifatul
Sementara di PCS-1900, lanjut menteri, masih bermasalah karena interferensi yang menyebabkan kurang bersihnya beberapa blok frekuensi di pita 2.100 MHz untuk 3G. Menurutnya, migrasi Smart ke pita lain bisa menjadi solusi. “Smart sudah setuju untuk pindah,” katanya.

Kemungkinannya, Smart nantinya akan dipindah ke pita 2.300 MHz. Apalagi pada rentang 2360-2390 MHz sudah diberlakukan teknologi netral. Menurut Tifatul, frekuensi ini paling siap untuk implementasi LTE versi TDD. “BRTI juga sedang melakukan kajian untuk frekuensi lainnya pada pita ini di rentang 2300-2360 MHz,” kata menteri.

Wakil Ketua BRTI yang juga Dirjen SDPPI Kominfo Muhammad Budi Setiawan menambahkan, pihaknya masih melakukan kajian menyeluruh terhadap seluruh spektrum frekuensi yang dipaparkan oleh Menkominfo tadi.

“Kami masih mencari opsi yang terbaik. Misalnya saja di 2300 MHz, jika Smart dipindah ke situ, dia kan seluler. Sementara yang existing di pita itu kan cuma BWA (broadband wireless access) saja, tidak punya penomoran. Ini yang kita kaji,” ujarnya.

Ia juga mengatakan, dengan adanya teknologi netral, semua rentang frekuensi sejatinya bisa digunakan untuk layanan apa saja. “Nanti sudah tidak ada lagi FWA, CDMA, atau Wimax. Yang ada nanti cukup seluler dan BWA saja. BWA ini penting supaya internet lebih cepat, murah, dan merata ke seluruh Indonesia,” pungkas Budi.

(detikinet)

Iklan

Ditemukan 1.000 malware Android per hari

1000 malware?? WOW simak informasi berikut,

Jakarta – Para peneliti anti-virus mobile di Fortinet telah menemukan 1.000 malware per hari yang menginfeksi 150.000 sampel Android yang diteliti.

Apakah mobile malware benar-benar merupakan ancaman?

Peneliti senior anti-virus mobile FortiGuard di Fortinet, Axelle Apvrille, menyatakan, dalam banyak kasus tagihan seluler bisa menjadi membengkak dari yang diperkirakan karena adanya SMS atau traffic Internet yang mengandung malware.

“Pembaca yang kritis tentu akan bertanya:’Benar, tapi kenapa saya belum pernah terkena kasus seperti itu?,” kata Apcrille dalam siaran pers yang diterima ANTARA News baru-baru ini.

Menurutnya, ada beberapa kemungkinan jawaban untuk pertanyaan seperti itu. Pertama, mungkin karena ketidaktahuan. Gejala-gejala serangan malware sangat sulit diidentifikasi.

“Pada kebanyakan kasus, tagihan Anda bisa menjadi lebih tinggi dari yang diperkirakan karena adanya SMS atau traffic internet yang mengandung malware. Traffic internet Anda bulan ini adalah 300Kb. Apakah hal itu normal atau tanda bahwa perangkat android Anda telah terinfeksi?” kata Apvrille memberi contoh.

Kedua, karena kondisi geografis. Penyebaran malware tidak sama di setiap negara. Biasanya, para pencipta malware menargetkan negara tertentu karena sesuai dengan model bisnis mereka, bahasa, penggunaan angka premium, atau secara kebetulan mereka mengunggah malware di suatu pasar yang terkenal di negara tersebut.

“Sebagai contoh, baru-baru ini kami mendeteksi keberadaan Android/Smsilence.A!tr.spy, yang menargetkan end-user Jepang dan Korea. Apabila Anda tinggal di AS atau Eropa, dapat dipastikan bahwa Anda tidak akan terkena serangan tersebut,” Apvrille menjelaskan.

Apvrille berpesan, bila Anda menggunakan ponsel hanya untuk panggilan telepon, itu berarti Anda tidak membutuhkan smartphone Android.

Dan, tidak menggunakan Internet untuk browsing, email, Facebook, Twitter, ramalan cuaca, atau unduh aplikasi apa pun. Anda pasti akan kebal terhadap malware, terlepas dari contoh kasus spesifik seperti infeksi firmware.

“Poin terakhir ini ditujukan untuk teman-teman saya yang anti-teknologi,” kata Apvrille berseloroh.

(antara)