Rekayasa Cuaca Rp28 Miliar Belum Efektif Atasi Banjir Jakarta

JAKARTA – Rekayasa cuaca yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNBP) dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) belum menunjukkan hasil yang signifikan.

Hal itu diakui Kepala UPT Hujan Buatan BPPT, Heru Widodo. Ia mengatakan belum terlihat efektivitas rekayasa cuaca yang dilakukan lantaran saat ini jumlah penerbangan untuk melakukan penebaran bubuk NaCl atau garam, masih terbatas.

“Kondisinya sekarang ini kita masih merasakan memang belum puas ya karena hanya bisa terbang tiap hari itu hanya satu, dan hari kemarin baru bisa dua, sehingga penerbangan masih kurang banyak sekali,” katanya saat jumpa pers di kantor Dirjen Sumber Daya Air Kemen-PU, Jakarta, Sabtu (18/1/2014).

Hal itu terjadi, sambung Hadi, lantaran jumlah pesawat yang digunakan untuk tebar garam itu hanya ada satu, sehingga masih dibutuhkan menambah pesawat lagi.

“Kita sebenarnya minta tiga (pesawat) ya, dengan kondisi musim penghujan dengan awan yang begitu banyak yang masuk ke wilayah Jawa,” tukasnya.

“Saya pikir bukan hanya Jakarta, tapi ini Jawa terancam, dengan kondisi seperti ini. Sehingga perlu memang penerbangan itu harus bisa enam kali, seperti kasus tahun 2013 pada Januari-Februari,” tandasnya.

Hadi menuturkan, bila penerbangan dilakukan cukup banyak dengan melakukan penebaran garam di laut, tentu awan-awan yang akan masuk ke DKI itu bisa diminimalisasi.

Hadi menuturkan, bila di tahun sebelumnya jumlah penerbangan bisa sampai enam kali dalam sehari karena mendapat bantuan pesawat dari TNI dan pihak lain. Namun, saat ini bencana terjadi berbarengan dengan banjir di Manado dan meletusnya Gunung Sinabung, tentu pesawat yang ada itu juga digunakan untuk kebutuhan tersebut.

“Jadi tim TMC (Teknologi Modifikasi Cuaca) juga tidak bisa memaksakan karena itu kan otoritas mereka,” ujarnya.

Kendati demikian, ia sudah berkordinasi dengan Kepala BNPB, Syamsul Maarif, mengenai hal itu, dan direncanakan akan datang lagi dua pesawat. Dari anggaran yang digelontorkan sekira Rp28 miliar itu, tabur garam sudah dilakukan di daerah barat-barat laut, atau di sekitar Pantai Pelabuhan Ratu dan Selat Sunda.

bagi komennya doongs

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s